Trial KA Pakuan Express part II : Jakarta (Kota)-Bogor

Agustus 24, 2008

Seperti artikel Trial KA Pakuan Express yang telah saya tulis sebelumnya, ternyata menurut saya KA ini tidak express-express banget.Mungkin kebetulan kami menumpang KA ini pada akhir minggu, jadi Pakuan Express banyak berhenti di : Cilebut-Citayam-BojongGede-Depok-Manggarai-Gondandia-Gambir-Juanda-Kota.

Akhirnya sampai juga kami di stasiun Kota.Jujur, baru kali ini saya menginjakkan kaki di stasiun Kota.Peronnya lebih banyak.Suasananya ramai,hiruk pikuk, semua orang bergegas.Belum yang antri menunggu KA datang. Kami memutuskan untuk langsung membeli tiket KA untuk perjalanan pulang ke Bogor. Sementara suami,anak-anak dan si mbak menunggu di AW resto, saya pun ikut mengantri di belakang orang-orang yang….rame dan berebut !

Petugas yang melayani cuma satu. Loket untuk pembelian tiket KA jurusan Bogor jadi satu dengan loket pembelian tiket jurusan Depok. Tidak ada papan petunjuk yang jelas. Semua orang berdesak,berebut dan tidak ketinggalan teriakan ….heeeiii..antriii doong..!! Heran saya , hari gini masih ada ada warga tak tahu diri main serobot antrian. Terjadilah saling sikut, saling maki.Siapa kuat dia dapat. Petugas kewalahan walau berusaha ditenang-tenangkan.Tumpukan uang menggunung di hadapannya.

Biar tidak ribet, saya segera mengeluarkan lembar limapuluh ribu dan tiga lembar seribuan. Sigap, saya mengangsurkan uang ,” Pakuan Express AC, tiga!” Huff..akhirnya saya bisa keluar dari antrian dan segera bergabung dengan keluarga di AW.

Tadinya setelah makan, kami berencana berkunjung ke museum Fatahillah. Tapi, demi melihat lalu-lintas yang super semrawut, debu dan polusi luar biasa.Mau ke Blok M dengan menumpang busway..ah..kasihan anak-anak. Mungkin lain kali saja. Selesai makan, kami mengaso sambil menunggu KA ke Bogor.

KA Pakuan Express masuk peron. Waduh, ternyata banyak sekali calon penumpang yang mau naik KA ini. Semua langsung mendorong, berdesak nyaris bentrok dengan penumpang yang baru turun dari KA Pakuan Express. Langsung saya gendong Puya sementara suami menggendong Keo.Dorong-dorongan..ribut, gerah..belum pedagang asongan wira-wiri. Untung ada saja pedagang yang berbaik hati berteriak memberi petunjuk , ” depan kosong,depan kosong..sabar..sabar..!” Nah,begitu ada celah di depan pintu masuk gerbong, tanpa menyia-nyiakan kesempatan, saya ,suami dan si mbak langsung melompat ke dalam gerbong. Itupun tempat duduk sudah terisi penuh. Hhmm..alamat kita bakal berdiri nih. Kami jalan terus.Alhamdulilah, dapat tempat duduk juga akhirnya. Kereta penuh. Berhenti di Gondangdia, ada beberapa penumpang yang baru naik dan mereka tidak kebagian duduk. Jadilah…menggelar koran di emperan.

Heboh.Alhamdulilah kami selamat sampai di stasiun Bogor. Berjalan kaki kembali menyusuri emperan pasar Anyar dan pulang deh ke Gadog.

Entry Filed under: Trip & Travel. Tag: , , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Sep   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Categories

Link

Reference

Top Posts

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

ning purwiji di Jajan Sehat Untuk Anak
Martalia ratiardi di “ INI CUMA KONFIRMASI AJA KOK,…
Martalia di Vintage Fashion vs Baju L…
Damar Sasanti di Jajan Sehat Untuk Anak
Irma firdausy di Jajan Sehat Untuk Anak

Arsip

Blog Stats

Meta