Vintage Fashion vs Baju Lungsuran

Agustus 30, 2008


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Jauh sebelum demam baju dan pernak-pernik vintage melanda Indonesia : di Jakarta, Bandung dan sekitarnya, saya sudah mengoprek-oprek koleksi baju dan asesoris milik mama,papa dan eyang putri. Itu kejadian kira-kira 20 tahunan yang lalu waktu saya masih duduk di bangku SMP dan masih coba-coba bergaya trendy..halaah..!

Lagi trend baju ala Hippie ? Bongkarlah koper mama. Lumayan dapat tunik etnik plus jeans cutbray (bener gak ya ngejanya). Sepatu yang haknya tebal (apa namanya..? platform?) ada juga.Untung ukuran sepatu sama. Dan macam-macam tas, asesoris jaman mama muda dulu di tahun 60-70an. Kemeja-kemeja vintage punya papa juga berpindah tangan.Ndilalah, ukurannya pas. Size papa-mama tergolong petite jadi klop ama saya.

Terus-terang saya menginspeksi,membongkar dan membawa pulang barang-barang vintage itu semata-semata karena pertimbangan ekonomis. Irit, dengan kata lain saya gak perlu minta uang saku tambahan buat beli baju di deptstore. (jaman itu belum ada Mall). Lagian, dandanan saya khan gak ada yang nyamain.

Setelah dewasa, kebiasaan saya mengambil alih barang-barang milik mama makin menjadi. Tapi saya juga berusaha bersikap adil, kok.Kalau saya gajian atau pulang dinas dari dalam dan luarnegri, oleh-oleh buat mama dan papa tak pernah lupa.

Terakhir di akad nikah saya, saya pakai kebaya mama waktu beliau ijab kabul dengan papa tahun 1972.

Ternyata gak cuma saya aja yang pakai baju lungsuran. Anak-anak saya, Keo dan Puya malah pakai popok kain dan selimut bayi punya saya dulu. Saya sendiri juga heran, kualitas kain popok tahun 70an itu lebih bagus dibanding kualitas kain popok sekarang,ya?

Eh, ada lagi.Waktu saya SMP dulu, saya malah pake ransel tentara warna hijau bahan kanvas yang keras banget eks papa saat masih di pendidikan TNI AU. Untuk jalan-jalan sama teman, messenger bag punya eyang kakung jadi andalan..haha..

Entry Filed under: Hemat Tanpa Kikir. Tag: , , , .

1 Comment Add your own

  • 1. Martalia  |  Maret 31, 2009 at 7:01 pm

    Centin-kah dirimu? Jk benar call me 085647003545

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Sep   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Categories

Link

Reference

Top Posts

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

ning purwiji di Jajan Sehat Untuk Anak
Martalia ratiardi di “ INI CUMA KONFIRMASI AJA KOK,…
Martalia di Vintage Fashion vs Baju L…
Damar Sasanti di Jajan Sehat Untuk Anak
Irma firdausy di Jajan Sehat Untuk Anak

Arsip

Blog Stats

Meta