“ INI CUMA KONFIRMASI AJA KOK,BU.NANTI POLIS KAMI KIRIM KE ALAMAT IBU.”

Agustus 31, 2008

Kalau anda salah satu pemegang kartu kredit, mungkin anda pernah ditelpon petugas telemarketing seperti ini :

“Halo, dengan ibu Fulan ? Saya X dari bank Y (penerbit kartu kredit anda). Kami hendak menawarkan credit shield yaitu asuransi yang preminya dipotong tiap bulan dari pemakaian kartu. Hanya Rp 20 ribu sebulan. Ibu berminat ? “ ( plus promosi keunggulan produk tersebut dari A sampai A lagi)

Anda menjawab : “Tidak terimakasih “( lain cerita kalau anda tertarik )

Staff X : “Baik, bu terimakasih.Kapan saya bisa hubungi ibu lagi ( ada aja taktiknya).Ini no handphone saya, kami tunggu teleponnya ya bu ?”

Klik.

Kalo yang ini anda mesti hati-hati.

“Halo, dengan ibu Fulan ? Saya X dari bank Y. Mau konfirmasi no kartu anda untuk credit shield bla..bla..bla..”

Nah, disini anda jangan sampai terpancing.

Jangan sekali-kali berikan no kartu kredit anda tapi verifikasi balik si penelpon .

Anda mungkin menjawab : “Untuk apa mbak? “

Staff X : Untuk credit shield, perlindungan asuransi . UP (Uang Pertanggungan ) sampai sekian juta.Premi cuma sekian rupiah.Dipotong tiap bulan.

Anda : “Saya gak butuh mbak..”

Staff X : “Ini cuma konfirmasi aja kok,bu.Nanti polis kami kirim ke alamat ibu”

Perhatikan kalimat “ INI CUMA KONFIRMASI AJA KOK,BU.NANTI POLIS KAMI KIRIM KE ALAMAT IBU.”

Kalimat barusan bersifat menjebak. Anda digiring sedemikian rupa agar anda memberikan no.kartu kredit anda , dikonfirmasi ulang via telpon dan voila, tahu-tahu ada tagihan premi bulanan tercantum tagihan kartu anda.

Ketika anda sadar dan berusaha membatalkan dengan ringan sang telemarketer cuma bilang “Maaf bu, data ibu sudah terekam di sistem. Tidak bisa dicancel kecuali ibu terima polisnya dulu, ibu baca dulu baru bisa cancel melalui call center kami,” Huuu…emang segampang itu..

Saya mengerti, staff telemarketing/telesales dituntut untuk memenuhi target dan diberi keleluasaan untuk membidik, membujuk calon pembeli/pengguna jasa ,menggiring sedemikian rupa dan akhirnya target di tangan, kontrak pun diteken. Selesai sudah. Tinggal menghitung komisi (diluar gaji tetap,tentunya). Ada-ada aja taktiknya mulai dari cara halus nan santun , to the point sampai seperti ilustrasi di atas yang sedikit menjebak. Pengguna jasa merasa tertipu ? Itu sih urusan Call Center yang kebagian menampung komplain dan caci-maki pelanggan yang kecewa dan merasa dibohongi.

Dengan segala kemajuan tehnologi dan efisiensi waktu, keberadaan telemarketing / telesales menjawab kebutuhan akan tenaga marketing untuk memasarkan produk dan jasa. Di satu pihak, (calon) konsumen tetap harus kritis menanggapi berbagai tawaran yang masuk line telponnya. Selain itu telemarketer sejati bukan hanya harus mencapai target yang ditetapkan perusahaan tapi juga santun, helpful dan ini yang mungkin rada susah…beretika.

Entry Filed under: Opini Orang Awam. Tag: , , , , .

2 Comments Add your own

  • 1. jeni  |  September 26, 2008 at 2:04 pm

    saya juga sering tuh ditawari via telp. dan kalau ditolak, nadanya langsung judes gitu .. hehehe…

    Balas
  • 2. Martalia ratiardi  |  April 1, 2009 at 8:17 pm

    Centin, tulisan2 ente bagus juga. Tnyata ente punya bakat tpendam…pdhal dulu waktu SD ente takut banget ama ulet (hehe apa hub-nya yah??. Hub aku di 085647003545. Tk

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Sep   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Categories

Link

Reference

Top Posts

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

ning purwiji di Jajan Sehat Untuk Anak
Martalia ratiardi di “ INI CUMA KONFIRMASI AJA KOK,…
Martalia di Vintage Fashion vs Baju L…
Damar Sasanti di Jajan Sehat Untuk Anak
Irma firdausy di Jajan Sehat Untuk Anak

Arsip

Blog Stats

Meta