Archive for September, 2008
Facial Spray
Buat anda, jeng dan mbakyu yang sesekali suka survey produk kecantikan, anda pasti tidak asing dengan produk jenis Facial Spray. Bentuknya berupa botol atau kaleng berisi cairan yang diklaim bisa menyegarkan wajah yang lelah karena kepanasan, dehidrasi akibat AC atau berkeringat karena hawa panas dan polusi.Kandungannya macam-macam.Mereknya juga beraneka.Hanya kebanyakan produk dari brand luar negri yang punya produk sejenis ini. Misalnya, Avene, Evian, Clinique, Za dan lain-lain.Untuk produk lokal bisa dicoba Oxygen Spray dari Mustika Ratu.
Harganya memang tidak bisa dibilang murah-murah banget tapi kan yang penting manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Dengan beragam produk facial spray di pasaran, anda bisa pilih yang paling cocok dengan kulit anda, bukan yang paling murah.
Bahan dasar dari facial spray itu sih sederhana tapi sangat bermanfaat untuk kehidupan: AIR
lalu ditambahkan kandungan lain seperti vitamin dan hydrating agent.
Manfaat facial spray : menyegarkan wajah, melembabkan, menambah kadar air dan membuat makeup lebih menempel. Buat saya pribadi, bila wajah saya mulai berminyak, alih-alih menyerap dengan facial blotter dan touch up, saya lebih memilih menyemprot wajah dengan facial spray andalan saya.Adem dan serasa habis berwudhu.
Karena bahan dasarnya air, sebenarnya kita pun bisa membuat facial spray sendiri_bahkan bisa diisi ulang.
Caranya : beli botol spray kosong ( biasa tersedia di counter beauty tools di supermarket atau toserba). Cuci dulu botolnya ya..Setelah itu isi dengan air mineral yang biasa buat minum. Aqua misalnya. Kalau pingin lebih nyesss…simpan saja di lemari es. O,iya facial spray anda bisa ditambahkan dengan sedikit air mawar ( bisa dibeli di supermarket ).
Nah, sekarang facial spray siap dibawa-bawa.
Note : Facial Spray memang bisa menyegarkan wajah dalam sekejap. Tapi bila wajah kusut dan lecek karena banyak pikiran, sebaiknya ditambah dengan sikap sabar,ikhlas dan berpikir positif.
Que Sera Sera
Kalau anda pernah lihat iklannya Holcim di TVC (TV Commercial), ada background lagu dengan suara anak kecil menyanyi seperti ini kan ? Que Sera Sera selama ada Holcim, jadi apapun aku pasti berguna…
Kreatif sekali ide tim iklan Holcim. Arti lirik lagu aslinya pun tak jauh berbeda. Hanya diterjemahkan sedikit saja ke bahasa Indonesia.
Lagu jingle iklan Holcim ini aslinya berjudul Que Sera Sera , What Ever Will Be , Will Be. Dinyanyikan pada tahun 1950an dengan bintang top pada masa itu, Doris Day. Jadul ? Mungkin tapi buat saya lagu-lagu pada masa itu begitu manis dan enak didengar.
Ini lirik penuhnya. Bisa jadi alternative buat sarana ngajarin bahasa Inggris ke anak-anak kita.
When I was just a little girl/boy, I asked my mother what will I be
Will I be pretty/handsome, will I be rich
Here’s what she said to me
Que sera sera, what ever will be, will be
The futures not ours to see, Que sera sera, what will be will be
When I grew up and fell in love, I asked my sweetheart/lover what lies ahead
Will we have rainbows day after day
Here’s what my sweetheart/lover said
Que sera sera, what ever will be, will be
The futures not ours to see, Que sera sera, what will be will be
Now, I have children on my own
They asked their mother/father ” What will I be
Will I be pretty/handsome, will I be rich
I tell them tenderly
Que sera sera, what ever will be, will be
The futures not ours to see, Que sera sera, what will be will be
Pakaian (bekas) layak pakai atau sisa export ?
Di suatu iklan baris di harian Kompas : “Punya Pakaian Tidak DiPakai/Bekas (Layak Pakai) Daripada Disimpan.Hubungi : XXX ( 021-835XXXX – 08131904XXXX ).
Tertarik dengan iklan tersebut dan kebetulan saya punya baju-baju layak pakai yang masih bagus,maka saya menghubungi no telpon yang bersangkutan dan diterima oleh seorang wanita. Saya katakan saya tertarik dengan penawaran tersebut dan bertanya pakaian jenis apa saja yang bisa diterima wanita tersebut. Ia menerangkan bahwa ia menerima sejumlah pakaian bekas layak atau nganggur di lemari seperti daster, baju bayi, anak-anak, kaos, kemeja, celana panjang,sprei, korden. Ketika saya jelaskan posisi saya , ia keberatan karena jarak yang jauh. Ia sendiri di Bukit Duri sementara saya nun jauh di pegunungan kawasan Gadog, Mega Mendung,Bogor.Ketika saya tawarkan beberapa kebaya, setelan jas dan safari dan baju muslim, ia menolak. That’s okay. Saya katakan saya akan mampir ke tempatnya bila sewaktu-waktu saya ada urusan di Jakarta.
Sekitar 2 minggu kemudian, ketika ikut menemani suami ke calon kliennya di kawasan Tebet-Casablanca, saya siapkan pakaian-pakaian bekas layak pakai (well, this could be real garage sale!) bahkan baju-baju sisa dagangan di bazaar dulu. Ketika konfirmasi untuk ketemu ibu XXX di rumahnya, dia malah bersedia menerima setelan baju muslim dan menolak baju anak-anak ( nah, kebalik kan dengan ucapannya beberapa minggu lalu) tapi saya keburu meluncur turun dan tidak bisa kembali ke rumah, membongkar lemari.
Setelah urusan suami selesai, kami pun mulai mencari alamatnya. Ibu itu mungkin bukan penunjuk jalan yang baik__saya lebih berpatokan pada peta Jakarta Gunther W.Holtorf__jadinya kami mencari berdasarkan peta dan tebak-tebakan.
Akhirnya kami menemukan lokasinya. Kawasan padat, agak kumuh, gak jauh dari rel kereta api Manggarai. Setelah sedikit berbasa-basi, ibu XXX memanggil seorang pria__suaminya__bapak XXX. Tipikal pedagang di pasar-pasar dan tanpa basa-basi, langsung membongkar bawaan saya, meneliti kondisi pakaian dengan cepat layaknya profesional. “Cuma segini aja, bu?” tanya bapak XXX. “Ya. Lagi pula tidak semua ini barang bekas, sebagian besar malah sisa bazaar jadi baju masih baru sama sekali,” jawab saya.
“Kita gak terima baju baru, kita terima borongan aja. Ibu minta berapa,?”
“Rp 150,00″
“Rp 60,000. Kasian bu, orang yang mau ambil barang saya, jauh-jauh datang dari Lampung.”
“Tapi ini baru,”
“Nih, lihat bu, kita terima berkarung-karung. Lihat, karung ini isinya baju baru semua yang sudah tidak laku lagi di toko. Sisa export dari pabrik. Kalau saya jual sepotong Rp 5,000 aja, orang udah protes.,”
Dan sederet komentar lain yang menunjukkan betapa orang yang mengedrop barang-barang cuci gudang itu memiliki barang yang jauh lebih bagus dan baru ( la iya lah, sisa export gak lolos Quality Control gitu..)
” Rp 100,000,” saya turun harga. Si bapak XXX yang tidak simpatik tak bergeming.
“Rp 75,000 deh, ambil.Jauh-jauh dari Bogor saya antar,” saya mulai protes.
“Ah, kami juga kemarin ambil sendiri di Taman Jasmin, sombong bapak XXX. ” Kalo gitu, kenapa gak diambil aja kerumah,” saya menatap ibu XXX, ” ibu sendiri bilang kan kalau ibu kesulitan kendaraan untuk pick up barang, “
Cepat-cepat, bapak XXX mengangsurkan Rp 60,000 dan close the deal. Kurang ajar..
Intinya bapak XXX menurut saya sok dan menyebalkan.
Tiba-tiba sang istri, ibu XXX menyela, ” Bu, mana baju muslimnya?” “Gak dibawa, ntar saya kesini lagi,” jawab saya.Saya menangkap isyarat ibu XXX sangat menginginkan setelan baju muslim apalagi ini mau Lebaran.
“Dijual berapa, bu?” tanyanya lagi.
“Yang jelas, bukan borongan. Ini setelan baju muslim yang kami rancang dan kami jahit sendiri bukan beli di mall.Setelannya 3 pces. Saya jual Rp 100,000 karena rata-rata baru dipakai sekali. ( Jual baju muslim ke pengepul kaya gini ? Nggaaak…banget !!!)
“Kita gak ambil, bu” jawab bapak XXX cepat-cepat ( baguslah..)
Saya pergi dengan hati agak dongkol. Saya merasa tertipu.Kalau niatnya cari pakaian sisa export, bilang saja di awal iklan. Pake embel-embel baju bekas layak pakai. Lebih baik baju saya sumbangkan ke orang yang membutuhkan bukan orang yang mencoba mengambil keuntungan.
Di perjalanan pulang, suami menghibur,” sudahlah, Sa, kamu memang gak bakat jadi pedagang.Orang-orang tipe bapak XXX itu pedagang asli yang mengutamakan kecepatan waktu dan keuntungan banyak dengan modal sesedikit mungkin,”
“Penampilan dan gayamu itu bukan penampilan pedagang yang pandai merayu, membujuk, merengek bahkan bisa memasang tampang memelas,” tambah suami saya lagi.
Pantas saja kalo untuk urusan dagang saya memang lebih banyak mengalah dan akhirnya di “bohongin dan ditipu”. Sudahlah. Masih ada lahan rezeki lain yang belum digali. Amien.
Gaji habis buat bayar pembantu
……..”Kalo bisa, minggu depan udah bisa ketemu orangnya ya mbak,?” pinta Novi memelas sambil sedikit memaksa. Kasihan Novi. Sempat terpikir untuk mengontak pembantu yang dulu ikut keluarga kami dan membantu mengasuh Keo dan Puya. Belakangan saya mendapat informasi kalau si mbak yang mau saya ajukan ke Novi sudah bekerja kembali di keluarga lain di Tajur,Bogor.Dengan sedikit menyesal,saya sampaikan ke Novi kalau saya tidak bisa memenuhi permintaannya. Saya berharap Novi juga sudah berusaha menghubungi ke sana ke mari untuk mendapatkan asistan rumah tangga.Paling tidak, Novi bisa mendapat referensi dari pihak lain….
Lanjutkan Membaca September 12, 2008 at 6:44 am Tinggalkan Komentar
Jajan Sehat Untuk Anak
…….Tantangan lain, jajanan semacam itu banyak tersedia dan mudah didapatkan dimana-mana. Di area sekolah, warung dekat rumah, mini market dan pasar-pasar swalayan tentunya. Pengaruh lingkungan juga kuat. Pasti anak kita akan bertanya-tanya kenapa teman-temannya bisa mengemil aneka jajanan seperti yang saya sebutkan diatas tetapi mereka sendiri dilarang mamanya untuk jajan dan cuma bisa menonton?
Sebagai ibu muda yang memiliki anak kembar balita tentunya jam terbang saya dalam mengasuh anak masih sangat sedikit. Paling tidak belajar dari pengamatan sekitar, buku dan sumber informasi lain yang up to date, saya percaya kita, para ibu bisa memberikan jajanan sehat dan bergizi untuk anak-anak tercinta. Sedikit usaha dan menghemat uang belanja, Insya Allah hasilnya bisa terlihat di kemudian hari.
Beberapa pilihan jajanan sehat untuk anak-anak selain sumber yang lebih lengkap di majalah AyahBunda, Parenting, Good HouseKeeping, Sahabat Nestle, Sehat Group dan milis para ibu :
Aneka jenis buah. Bisa dimakan langsung atau diolah menjadi salad atau campuran puding, es buah,es krim dan rujak.
Yoghurt dan minuman susu fermentasi (Yakult, Vitacharm)…….
Kue Kelapa Cantik
Kue ini selalu mengingatkan saya dengan geplak Bantul-Jogja dan biskuit kelapa legit oleh-oleh khas Manado.Tapi dengan tampilan lebih rapi karena dipotong kecil-kecil bukan dibentuk bulat-bulat dengan tangan seperti geplak warna-warni itu.Membuatnya mudah sekali dan again..no oven needed.
Bahan
- 500 gr gula halus, ayak
- 250 gr kelapa parut,sangrai
- 1 sendok teh vanilla bubuk
- 50 gr coklat masak putih, lelehkan
- 1 putih telur, kocok sampai kaku
- 115 gr susu kental manis
- pewarna kue merah muda atau hijau sesuai selera
Membuat
- Tempatkan gula halus dalam mangkuk besar.Tambahkan kelapa parut.Aduk rata.
- Bubuhi coklat leleh, putih telur dan susu kental manis.Aduk rata.
- Bagi adonan kelapa menjadi dua.Setengah bagian diberi pewarna merah muda/hijau. Aduk rata
- Sediakan loyang ukuran 20 x 20 x 3 cm dan alasi dengan kertas roti.Tuang dan ratakan adonan berwarna putih.Tuang lagi adonan berwarna merah muda/hijau diatasnya.Ratakan.
- Masukkan ke dalam freezer. Diamkan hingga beku.
- Keluarkan dan potong-potong sebesar 3 x 3 cm.Hidangkan segera
Puding Buah Kukus
Ini resep favorit keluarga. Alternatif kudapan yang dibuat tanpa oven. Mungkin seperti Hot Chocolate Pudding tapi dikukus.
Bahan:
120 grĀ mentega
2 butir telur
100 gr gula palem
175 tepung self-raising
1/2 sendok makan bumbu lapis legit / spekkoek
150 gr campuran buah kering ( kismis, aprikot, sultana )
75 gr kurma tanpa biji cincang kasar
50 gr ceri merah dan hijau , belah dua
100 gr almond kupas
Membuat
- Kocok mentega dan gula sampai lembut dan putih.Tambahkan telur satu persatu.Kocok rata.
- Campur tepung self-raising dan bumbu lapis legit, masukkan ke dalam adonan telur sambil aduk sampai tercampur rata.
- Campur buah kering,kurma,almond dan ceri dengan sedikit tepung terigu.Masukkan ke dalam adonan.Aduk rata.
- Masukkan ke dalam adonan ke dalam cetakan tahan panas yang sudah diolesi margarin.Ratakan.
- Kukus dalam dandang panas selama 1 jam atau sampai kue matang.
- Hidangkan hangat.
Ibu rumah tangga kembali bekerja : mungkinkah ?
Saya sempat berpikir adakah yang salah di resume saya atau karena status saya yang jadi penghalang? Hati ini kecut ketika mendengar keluh kesah seorang teman. Dia seorang ibu bekerja. Punya karir cukup baik. Tapi mengeluh katanya semua lamaran yang ia masukkan tidak ada yang tembus. “Apa karena gue udah berkeluarga ya Sa , ?” begitu ceritanya. “Saingan gue perempuan lajang,”tambahnya. Lucu teman saya ini, dulu waktu belum ketemu jodohnya, ia mengeluh, sekarang sudah dikarunia suami dan anak yang manis dan sehat , gantian mengeluh soal karir. ” Gue sebenarnya lebih senang di rumah, ngurus anak. Tapi gimana, kalo gue gak kerja ,keuangan keluarga jadi minus”
Harus ada untuk para komuter (perempuan)biar tetap cantik dan segar
Para pekerja perempuan ulang-alik alias komuter dari dan ke Jabodetabek biasanya punya seperangkat perlengkapan yang gak boleh ketinggalan. ( Satu saja ada yang tertinggal, wuaduh, tiada tenang hati ini seharian..).Selain mbak dan tante yang menyetir mobil sendiri ke tempat kerja atau ikut antar jemput atau diantar anggota keluarga pasti juga ada rekan kita yang biasa menggunakan jasa kendaraan umum dari satu poin ke poin lain hingga tujuan akhir tempat kerja ( maksud saya ganti kendaraan umumnya beberapa kali, gitu looh..). Penampilan rapi,segar dan wangi bukan monopoli wanita karir yang baru turun dari mobil ber AC tapi bisa juga diterapkan oleh mbak-mbak yang naik angkot sekalipun…..
Lanjutkan Membaca September 1, 2008 at 3:24 pm Tinggalkan Komentar

Komentar Terakhir