Posts filed under 'Keluarga'
Lullaby Favorit Buat Si Kembar
Hanya mengikuti kebiasaan orangtua yang suka menyanyikan lagu pengantar tidur, kali ini saya coba-coba ganti lagu Nina Bobo klasik dengan lagu yang saya rasa begitu menenangkan dan lembut.
Tidak sengaja ketika saya lagi di depan laptop, Seno mendekati saya, merajuk dengan lembut minta digendong.Mengantuk,rupanya.
Kebetulan saya sedang mendengarkan lagu dari iTunes. Saya mainkan lagu yang begitu lembut arransemennya dengan vokal yang juga tak kalah lembut dan mendayu.
Lagunya Put Your Head On My Shoulder dinyanyikan oleh Michael Buble.Siapapun yang mendengar, pasti terbawa suasana. Kalo yang mendengarkan orang dewasa, pasti terasa so romantic.Kalo yang mendengarkan anak kecil, dijamin terkantuk-kantuk. Liriknya begitu pas, bukan untuk pasangan yang sedang jatuh cinta tapi juga bisa jadi ungkapan cinta dari orangtua ke anak…
Akhirnya Put Your Head On My Shoulder jadi lagu wajib pengantar tidur selain lagu Belaian Sayang…
Put your head on my shoulder, hold me in your arms,baby
Squeeze me oh so tight,show me that you love me,too….
Add comment Agustus 19, 2009
Minim Pendidikan VS Konsumerisme
Seminggu yang lalu asisten (baca: pembantu) di rumah ibu saya minta ijin untuk kas bon ke saya__jumlahnya gak tanggung-tanggung__nyaris 2X gaji bulanannya. Asisten ini sudah biasa kasbon. Selama ini hampir selalu kami kabulkan permintaannya. Pernah sebagian hutang-hutangnya pada kami, kami putihkan alias dihapus mengingat jasa-jasanya. Tapi sekarang, dengan nilai kas bon sebanyak itu, saya jadi prihatin, apa iya si bibik rela dalam hatinya gajinya dipotong terus tiap bulan? Saya sih percaya rejeki ada aja tapi dengan kondisi keuangan kami yang sangat ketat (apalagi orang tua cuma pensiunan dengan uang pensiunan kurang dari 1.6 juta perbulan) terus terang permintaan sang asisten tak bisa kami sanggupi.
Rupanya alasan si bibik mengajukan kasbon adalah untuk membayar cicilan motornya.Nah, dari situ mulailah saya mengomel.Iya, mengomel, karena saya sudah peringatkan si bibik ketika dia berniat mengajukan kredit motor..apa dia sanggup bayar? apa tidak nanti gali lubang tutup lubang? Motor dipakai buat apa? buat ojek atau cuma gaya-gayaan aja?
Dengan memelas, si bibik minta ijin untuk mencari hutangan agar motornya tidak disita ( entah pinjam siapa, saya gak ambil pusing..) yang berarti dia ijin gak masuk kerja.
Tapi ternyata si bibik absent kerja 3 hari. Itu berarti, beban pekerjaan rumah tangga dibagi kedua ke saya.(saya masih ada satu asisten lagi untuk membantu menjaga anak-anak saya). Dan itu juga berarti saya tidak bisa meninggalkan anak-anak saya sendiri di rumah yang sama dengan semua meeting di Jakarta dipostpone sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Akhirnya hari minggu, si Bibik masuk kerja. Dia mengadu kalau si bibik ada masalah keluarga (makanya dia absen beberapa hari..)terkait cicilan motornya yang tersendat.
Rupanya, si bibik sudah menyisihkan uang sebesar jumlah cicilan motor ( sekitar Rp 500 ribu) . Si bibik menitipkan ke anak laki-laki sulungnya yang baru berusia 14 tahun untuk dibayarkan. Ternyata uang yang diamanahkan dipakai oleh anak laki-laki si bibik untuk……..membeli handphone baru senilai Rp 400 ribu..sementara sisanya dipakai jajan dan menraktir adik-adiknya..
Uang yang seharusnya dipakai untuk membayar cicilan pun tak bersisa. Cicilan jatuh tempo,surat teguran pun datang, si bibik bingung.Lebih konyol lagi, handphone yang belum 2 minggu dipakai, digadaikan pula ke temannya seharga Rp 80 ribu..
Saya membatin. Inikah dampak dari masyarakat yang minim pendidikan tapi terbuai oleh bujuk rayu nan manis dari dunia konsumtif, konsumerisme?
Individu yang mementingkan kesenangannya semata ( anak si bibik beli handphone baru) karena saking bodoh dan naifnya tanpa memikirkan kepentingan utama keluarganya (cicilan motor).
Tidak berpikir untuk menabung tapi mengkonsumsi barang-barang yang kasat mata dan tampak keren tanpa memikirkan fungsinya? ( anak si bibik ini tak lancar membaca..).
Akhir cerita, motor keluarga si bibik toh digadaikan juga ke kerabatnya.
“Saya gak peduli lagi,bu.Biar saja motor disita.Biar anak saya juga dapat pelajaran dari kejadian ini.” ujar si bibik.Mudah-mudahan…
4 comments Desember 7, 2008
Que Sera Sera
Kalau anda pernah lihat iklannya Holcim di TVC (TV Commercial), ada background lagu dengan suara anak kecil menyanyi seperti ini kan ? Que Sera Sera selama ada Holcim, jadi apapun aku pasti berguna…
Kreatif sekali ide tim iklan Holcim. Arti lirik lagu aslinya pun tak jauh berbeda. Hanya diterjemahkan sedikit saja ke bahasa Indonesia.
Lagu jingle iklan Holcim ini aslinya berjudul Que Sera Sera , What Ever Will Be , Will Be. Dinyanyikan pada tahun 1950an dengan bintang top pada masa itu, Doris Day. Jadul ? Mungkin tapi buat saya lagu-lagu pada masa itu begitu manis dan enak didengar.
Ini lirik penuhnya. Bisa jadi alternative buat sarana ngajarin bahasa Inggris ke anak-anak kita.
When I was just a little girl/boy, I asked my mother what will I be
Will I be pretty/handsome, will I be rich
Here’s what she said to me
Que sera sera, what ever will be, will be
The futures not ours to see, Que sera sera, what will be will be
When I grew up and fell in love, I asked my sweetheart/lover what lies ahead
Will we have rainbows day after day
Here’s what my sweetheart/lover said
Que sera sera, what ever will be, will be
The futures not ours to see, Que sera sera, what will be will be
Now, I have children on my own
They asked their mother/father ” What will I be
Will I be pretty/handsome, will I be rich
I tell them tenderly
Que sera sera, what ever will be, will be
The futures not ours to see, Que sera sera, what will be will be
Add comment September 20, 2008
Pakaian (bekas) layak pakai atau sisa export ?
Di suatu iklan baris di harian Kompas : “Punya Pakaian Tidak DiPakai/Bekas (Layak Pakai) Daripada Disimpan.Hubungi : XXX ( 021-835XXXX – 08131904XXXX ).
Tertarik dengan iklan tersebut dan kebetulan saya punya baju-baju layak pakai yang masih bagus,maka saya menghubungi no telpon yang bersangkutan dan diterima oleh seorang wanita. Saya katakan saya tertarik dengan penawaran tersebut dan bertanya pakaian jenis apa saja yang bisa diterima wanita tersebut. Ia menerangkan bahwa ia menerima sejumlah pakaian bekas layak atau nganggur di lemari seperti daster, baju bayi, anak-anak, kaos, kemeja, celana panjang,sprei, korden. Ketika saya jelaskan posisi saya , ia keberatan karena jarak yang jauh. Ia sendiri di Bukit Duri sementara saya nun jauh di pegunungan kawasan Gadog, Mega Mendung,Bogor.Ketika saya tawarkan beberapa kebaya, setelan jas dan safari dan baju muslim, ia menolak. That’s okay. Saya katakan saya akan mampir ke tempatnya bila sewaktu-waktu saya ada urusan di Jakarta.
Sekitar 2 minggu kemudian, ketika ikut menemani suami ke calon kliennya di kawasan Tebet-Casablanca, saya siapkan pakaian-pakaian bekas layak pakai (well, this could be real garage sale!) bahkan baju-baju sisa dagangan di bazaar dulu. Ketika konfirmasi untuk ketemu ibu XXX di rumahnya, dia malah bersedia menerima setelan baju muslim dan menolak baju anak-anak ( nah, kebalik kan dengan ucapannya beberapa minggu lalu) tapi saya keburu meluncur turun dan tidak bisa kembali ke rumah, membongkar lemari.
Setelah urusan suami selesai, kami pun mulai mencari alamatnya. Ibu itu mungkin bukan penunjuk jalan yang baik__saya lebih berpatokan pada peta Jakarta Gunther W.Holtorf__jadinya kami mencari berdasarkan peta dan tebak-tebakan.
Akhirnya kami menemukan lokasinya. Kawasan padat, agak kumuh, gak jauh dari rel kereta api Manggarai. Setelah sedikit berbasa-basi, ibu XXX memanggil seorang pria__suaminya__bapak XXX. Tipikal pedagang di pasar-pasar dan tanpa basa-basi, langsung membongkar bawaan saya, meneliti kondisi pakaian dengan cepat layaknya profesional. “Cuma segini aja, bu?” tanya bapak XXX. “Ya. Lagi pula tidak semua ini barang bekas, sebagian besar malah sisa bazaar jadi baju masih baru sama sekali,” jawab saya.
“Kita gak terima baju baru, kita terima borongan aja. Ibu minta berapa,?”
“Rp 150,00″
“Rp 60,000. Kasian bu, orang yang mau ambil barang saya, jauh-jauh datang dari Lampung.”
“Tapi ini baru,”
“Nih, lihat bu, kita terima berkarung-karung. Lihat, karung ini isinya baju baru semua yang sudah tidak laku lagi di toko. Sisa export dari pabrik. Kalau saya jual sepotong Rp 5,000 aja, orang udah protes.,”
Dan sederet komentar lain yang menunjukkan betapa orang yang mengedrop barang-barang cuci gudang itu memiliki barang yang jauh lebih bagus dan baru ( la iya lah, sisa export gak lolos Quality Control gitu..)
” Rp 100,000,” saya turun harga. Si bapak XXX yang tidak simpatik tak bergeming.
“Rp 75,000 deh, ambil.Jauh-jauh dari Bogor saya antar,” saya mulai protes.
“Ah, kami juga kemarin ambil sendiri di Taman Jasmin, sombong bapak XXX. ” Kalo gitu, kenapa gak diambil aja kerumah,” saya menatap ibu XXX, ” ibu sendiri bilang kan kalau ibu kesulitan kendaraan untuk pick up barang, “
Cepat-cepat, bapak XXX mengangsurkan Rp 60,000 dan close the deal. Kurang ajar..
Intinya bapak XXX menurut saya sok dan menyebalkan.
Tiba-tiba sang istri, ibu XXX menyela, ” Bu, mana baju muslimnya?” “Gak dibawa, ntar saya kesini lagi,” jawab saya.Saya menangkap isyarat ibu XXX sangat menginginkan setelan baju muslim apalagi ini mau Lebaran.
“Dijual berapa, bu?” tanyanya lagi.
“Yang jelas, bukan borongan. Ini setelan baju muslim yang kami rancang dan kami jahit sendiri bukan beli di mall.Setelannya 3 pces. Saya jual Rp 100,000 karena rata-rata baru dipakai sekali. ( Jual baju muslim ke pengepul kaya gini ? Nggaaak…banget !!!)
“Kita gak ambil, bu” jawab bapak XXX cepat-cepat ( baguslah..)
Saya pergi dengan hati agak dongkol. Saya merasa tertipu.Kalau niatnya cari pakaian sisa export, bilang saja di awal iklan. Pake embel-embel baju bekas layak pakai. Lebih baik baju saya sumbangkan ke orang yang membutuhkan bukan orang yang mencoba mengambil keuntungan.
Di perjalanan pulang, suami menghibur,” sudahlah, Sa, kamu memang gak bakat jadi pedagang.Orang-orang tipe bapak XXX itu pedagang asli yang mengutamakan kecepatan waktu dan keuntungan banyak dengan modal sesedikit mungkin,”
“Penampilan dan gayamu itu bukan penampilan pedagang yang pandai merayu, membujuk, merengek bahkan bisa memasang tampang memelas,” tambah suami saya lagi.
Pantas saja kalo untuk urusan dagang saya memang lebih banyak mengalah dan akhirnya di “bohongin dan ditipu”. Sudahlah. Masih ada lahan rezeki lain yang belum digali. Amien.
Add comment September 13, 2008
Gaji habis buat bayar pembantu
……..”Kalo bisa, minggu depan udah bisa ketemu orangnya ya mbak,?” pinta Novi memelas sambil sedikit memaksa. Kasihan Novi. Sempat terpikir untuk mengontak pembantu yang dulu ikut keluarga kami dan membantu mengasuh Keo dan Puya. Belakangan saya mendapat informasi kalau si mbak yang mau saya ajukan ke Novi sudah bekerja kembali di keluarga lain di Tajur,Bogor.Dengan sedikit menyesal,saya sampaikan ke Novi kalau saya tidak bisa memenuhi permintaannya. Saya berharap Novi juga sudah berusaha menghubungi ke sana ke mari untuk mendapatkan asistan rumah tangga.Paling tidak, Novi bisa mendapat referensi dari pihak lain….
Continue Reading Add comment September 12, 2008
Jajan Sehat Untuk Anak
…….Tantangan lain, jajanan semacam itu banyak tersedia dan mudah didapatkan dimana-mana. Di area sekolah, warung dekat rumah, mini market dan pasar-pasar swalayan tentunya. Pengaruh lingkungan juga kuat. Pasti anak kita akan bertanya-tanya kenapa teman-temannya bisa mengemil aneka jajanan seperti yang saya sebutkan diatas tetapi mereka sendiri dilarang mamanya untuk jajan dan cuma bisa menonton?
Sebagai ibu muda yang memiliki anak kembar balita tentunya jam terbang saya dalam mengasuh anak masih sangat sedikit. Paling tidak belajar dari pengamatan sekitar, buku dan sumber informasi lain yang up to date, saya percaya kita, para ibu bisa memberikan jajanan sehat dan bergizi untuk anak-anak tercinta. Sedikit usaha dan menghemat uang belanja, Insya Allah hasilnya bisa terlihat di kemudian hari.
Beberapa pilihan jajanan sehat untuk anak-anak selain sumber yang lebih lengkap di majalah AyahBunda, Parenting, Good HouseKeeping, Sahabat Nestle, Sehat Group dan milis para ibu :
Aneka jenis buah. Bisa dimakan langsung atau diolah menjadi salad atau campuran puding, es buah,es krim dan rujak.
Yoghurt dan minuman susu fermentasi (Yakult, Vitacharm)…….
Continue Reading 8 comments September 11, 2008
